Senin, 05 Maret 2018

Gembalaku

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. 

Mazmur 23:1


Ada banyak hal yang saya inginkan: siap untuk bertugas jaga di rumah sakit; memanjat tangga karir, menjaga temperamen saya, mengambil waktu istirahat setengah hari, memiliki banyak teman, keluar dari kesibukan hidup yang menjemukan, dan memiliki mobil yang lebih besar. Oh ya, dan menjadi saksi yang lebih baik. Tidak benar bahwa saya tidak menginginkan apa-apa. Kesalahan kita adalah menyamakan keinginan dengan kebutuhan kita, ini adalah sikap anak kecil. Konsep Daud yang lebih matang melihat pada pemeliharaan Allah yang tak terbatas daripada keinginan yang banyak. Dalam pemeliharaan Allah, tak satu pun dari kebutuhan kita yang kurang. Yang Daud katakan bukan tidak berkekurangan dalam hal yang dinginkannya. 

Gembala yang baik mempunyai sumber-sumber yang tak terbatas (Filipi 4:19). Dia juga mempunyai rencana yang besar untuk karir kita (Yohanes 10:27). Dia sepenuhnya menyadari kebutuhan kita sehari-hari (Matius 6:25, 32). Dia memperhatikan semua kebutuhan kita. (Yakobus 1:4).

Dalam masyarakat berteknologi tinggi, keharusan menunggu apa yang kita butuhkan sudah tersingkir. Baik secangkir kopi atau suatu reaksi biokimia atau telepon antar benua cukup dengan memijit tombol yang tepat maka kehendak kita akan tercapai. Tidak demikian dengan penggembalaan. Kalau kita melihat sekumpulan domba-domba, kita melihat adanya pertentangan antara keinginan masing-masing domba akan jalannya sendiri dan keinginan si gembala untuk mereka semua. Mereka mungkin menjadi liar atau panik dan mencoba membebaskan diri, tanpa menyadari bahwa gembalanya sedang membawa mereka ke padang rumput yang lebih hijau atau ke tempat yang lebih aman. Betapa lebih baik bagi semua pihak, kalau mereka telah mengerti rencana-Nya! Keinginan mendapat rumput kering sangat tidak berarti dan bodoh dibandingkan padang rumput yang sedang menunggu. Belajar percaya dan menurut belajar pula untuk menanti. Untuk kita berarti menanti Allah. 

Para dokter umumnya bersifat tidak sabar. Tekanan pekerjaan yang berlebihan dan krisis-krisis dalam hidup yang harus ditanggulangi, bercampur dengan sikap pasien yang pasrah dan harapan tinggi dari teman sejawat, menimbulkan sikap tinggi hati dan ketidakramahan. Hal ini merugikan anggota tim yang lain maupun para pasien.

Ujian kesabaran datang dalam berbagai bentuk: telepon yang mengganggu, tanya jawab dengan pasien, klinik yang penuh. ada saja hal yang dapat menghabiskan kesabaran kita. Di saat itu, kita dapat menggunakan kesempatan untuk datang kepada Gembala kita, memilih untuk tinggal dekat dengan-Nya daripada lari tak terkendali. Baru sesudah itu kita dapat melihat bagaimana tiap hari Dia membawa kita ke air yang lebih tenang. Dengan demikian semangat bersatu akan bersemi dalam tim, para pasien menyadari adanya suasana lebih tenang dan kita dapat belajar bahwa jika permohonan dibuat sesuai dengan kehendak-Nya, Dia betul-betul akan mencukupkan.

               Tak akan kekurangan aku.
               Tak akan kekurangan aku,
               jika aku milik-Nya dan
               Dia milikku selamanya.
                                   H.W. Baker


Bacaan selanjutnya: Filipi 4:6-19

_______________________________________________________
Oleh: dr. Jane Goodall, spesialis anak, Inggris
Dalam Sumber Hidup Praktisi Medis


1 komentar:

Ibu Nurhayati mengatakan...

aslamu alaikum wr wb..
bismillahirrahamaninrahim,,senang sekali saya bisa menulis
dan berbagi kepada teman2 melalui tempat ini,
sebelumnya dulu saya adalah seorang pengusaha dibidang property rumah tangga
dan mencapai kesuksesapossiblen yang luar biasa, mobil rumah dan fasilitas lain sudah saya miliki,
namun namanya cobaan saya sangat percaya kepada semua orang,
hingga suaatu saat saya ditipu dengan teman saya sendiri dan membawa semua yang saya punya,
akhirnya saya menanggung hutang ke pelanggan-pelanggan saya totalnya 470 juta dan di bank totalnya 600 juta ,
saya sudah stress dan hampir bunuh diri anak saya 3 orang masih sekolah di smp / sma dan juga anak sememtarah kuliah,tapi suami saya pergi entah kemana dan meninggalkan saya dan anaka-naknya ditengah tagihan hutang yang menumpuk,
demi makan sehari hari saya terpaksa jual nasi bungkus keliling dan kue,
ditengah himpitan ekonomi seperti ini saya bertemu dengan seorang teman
dan bercerita kepadanya, alhamdulilah beliau memberikan saran kepada saya.
dulu katanya dia juga seperti saya setelah bergabung dengan K.H. Tambring Abdullah hidupnya kembali sukses,
awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama satu minggu saya berpikir
dan melihat langsung hasilnya, `
saya akhirnya bergabung dangan mengunjungi website di www.programdanainstan.blogspot.com semua petunjuk K.H. Tambring Abdullah saya ikuti dan hanya 1 hari astagfirullahallazim,
alhamdulilah demi allah dan anak saya,
akhirnya 5m yang saya minta benar benar ada di tangan saya,
semua utang saya lunas dan sisanya buat modal usaha,
kini saya kembali sukses terimaksih K.H. Tambring Abdullah saya tidak akan melupakan jasa aki.
jika teman teman berminat, yakin dan percaya insya allah,
saya sudah buktikan demi allah silakan kunjungi website di www.programdanainstan.blogspot.com atau KLIK DISINI

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag