Selasa, 06 Februari 2018

Kristus di Dalamku

....kami memiliki pikiran Kristus. 1 Korintus 2:16


Siapa yang belum pernah kesal terhadap pasien? Mungkin kita jengkel terhadap kebandelan mereka, kegagalan mereka untuk mengubah gaya hidup yang dapat merusak kesehatan, kurangnya menghargai waktu, tidak mau menghargai saat-saat istirahat dokter, atau mengajukan permintaan yang bukan-bukan setelah kita bekerja keras sepanjang hari atau malam.

Markus 6 mencatat kejadian-kejadian dalam suatu hari yang sangat sibuk dalam kehidupan Yesus. Begitu banyak orang menuntut perhatian-Nya sehingga tidak ada waktu untuk istirahat makan. Kejadian seperti ini hal yang biasa, bukan? Karena kuatir akan keadaan murid-murid-Nya Yesus menyuruh mereka naik ke sebuah perahu untuk mencari tempat yang tenang supaya mereka dapat beristirahat. Ketika orang banyak mengetahui ke mana tujuan perahu itu mereka mendahuluinya. Sehingga waktu perahu merapat ke pantai, lagi-lagi para murid dikerubungi oleh orang banyak yang minta diperhatikan.

Reaksi Yesus terhadap orang banyak itu merupakan tantangan bagi saya. Paulus menasihatkan: "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus." (Filipi 2:16). Apakah saya juga menunjukan kasih dan belas kasihan kepada para pasien saya seperti yang dilakukan Yesus di pantai? Kamus mendefinisikan belas kasihan sebagai 'rasa simpati terhadap kesusahan dan penderitaan orang lain.' Sebagai manusia biasa sukar bagi kita untuk melakukannya. Namun, Paulus berkata: '... Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.' (1 Korintus 2:16). Kristus hidup di dalam saya. Roh Kudus memberikan kepada kita hidup dan pikiran Yesus sendiri. Paulus mengatakan: "Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku." (Galatia 2:20). Di situlah saya menemukan jawaban atas pertanyaan saya, saya menyerahkan diri saya kepada-Nya, sifat keakuan saya sudah mati, disalibkan bersama Dia. Saya mengundang Dia untuk hidup di dalam saya, oleh karenanya saya mampu untuk menunjukan kasih dan belas kasihan-Nya kepada orang lain. Saya merawat pasien dan mengasihi mereka seperti Yesus juga, bahkan pada saat-saat yang kurang menyenangkan setelah bekerja berat sepanjang hari atau pada malam-malam yang dingin. 'Karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.' (Roma 5:5).


Bacaan selanjutnya: Markus 6:45-46, I Korintus 2:14-16.
________________________________________________________________________
Oleh dr. Peter Vos, New Zealand.
Dalam Diagnose Firman.

Tidak ada komentar:

Copyright 2007, Pelayanan Medis Nasional (PMdN) Perkantas

Jl. Pintu Air Raya 7, Komplek Mitra Pintu Air Blok C-5, Jakarta Pusat
Telp. (021) 3522923, 3442463-4 Fax (021) 3522170
Twitter : @MedisPerkantas
Download Majalah Samaritan Versi Digital : https://issuu.com/samaritanmag